Minggu, 18 Februari 2018

JANGAN TEGUR AKU DALAM KERAMAIAN


JANGAN TEGUR AKU DALAM KERAMAIAN




Bismillah….

Sahabat, kau tau? Aku, kamu dan kita semua adalah manusia yang tak pernah luput dari dosa. Kita hanya terlihat baik karena Allah dengan baiknya menutupi aib-aib kita dengan sempurna. Sungguh, jikalau Allah tak menutupinya, aku yakin semua makhluk akan merasa jijik pada dirinya sendiri.

Karena itulah,kita semua membutuhkan sebuah nasehat. Nasihat yang akan kembali membawa kita pada-Nya, nasehat yang akan kembali mengingatkan kita bahwa kita tak lebih dari sekedar buih dilautan dan nasehat yang akan mengingatkan kita bahwa kita hanya seonggok daging yang tak pantas menyombongkan diri.

Sahabat..
Jika nanti aku salah, tegurlah aku dan katakan bahwa itu salah. Aku akan sangat bersyukur jika kau mengingatkan ku dikala sepi. Kau tau? Menasehati yang paling baik adalah dikala sepi yaitu ketika hanya ada sipenasehat dan yang dinasehati. Aku ingin kau menasehatiku dengan cara yang paling baik yaitu menasehatiku disaat hanya ada kamu dan aku.

Menasehati dikala ramai itu bagaikan mengumbar aib. Jika nanti aku salah ditempat keramaian kumohon, jangan nasehati aku ditempat itu karena itu akan membuat diriku merasa sangat hina. Aku merasa semua mata tertuju pada kesalahanku dan hal itu tidak jauh berbeda dengan kau mengumbar aib ku secara sukarela.

Tegakah kamu megumbar aib saudaramu sendiri? Memang benar, itu adalah nasehat tapi bukankah caramu membuatnya terhina? Ya, kau membuatnya merasa hina dengan aib yang kau umbar secara tidak langsung.

Padahal Allah memerintahkan kita untuk menjaga aib saudaranya. Sadarkah kamu? Allah juga menutup aibmu tapi kau malah membuka aib saudaramu. Nasehatilah saudaramu dikala sepi dengan begitu dia akan tersadar dan menerimanya.

Al-Imam Sulaiman Al-Khawas rahimahullah berkata. “Barangsiapa menegur saudaranya disaat mereka hanya berdua maka itulah nasihat dan barangsiapa yang menegur saudaranya di depan banyak orang maka ia telah menjelek-jelekan saudaranya.”

-IM-

#SelfReminder