JANGAN TEGUR AKU
DALAM KERAMAIAN
Bismillah….
Sahabat, kau
tau? Aku, kamu dan kita semua adalah manusia yang tak pernah luput dari dosa.
Kita hanya terlihat baik karena Allah dengan baiknya menutupi aib-aib kita
dengan sempurna. Sungguh, jikalau Allah tak menutupinya, aku yakin semua
makhluk akan merasa jijik pada dirinya sendiri.
Karena
itulah,kita semua membutuhkan sebuah nasehat. Nasihat yang akan kembali membawa
kita pada-Nya, nasehat yang akan kembali mengingatkan kita bahwa kita tak lebih
dari sekedar buih dilautan dan nasehat yang akan mengingatkan kita bahwa kita
hanya seonggok daging yang tak pantas menyombongkan diri.
Sahabat..
Jika nanti aku
salah, tegurlah aku dan katakan bahwa itu salah. Aku akan sangat bersyukur jika
kau mengingatkan ku dikala sepi. Kau tau? Menasehati yang paling baik adalah
dikala sepi yaitu ketika hanya ada sipenasehat dan yang dinasehati. Aku ingin
kau menasehatiku dengan cara yang paling baik yaitu menasehatiku disaat hanya
ada kamu dan aku.
Menasehati
dikala ramai itu bagaikan mengumbar aib. Jika nanti aku salah ditempat
keramaian kumohon, jangan nasehati aku ditempat itu karena itu akan membuat
diriku merasa sangat hina. Aku merasa semua mata tertuju pada kesalahanku dan
hal itu tidak jauh berbeda dengan kau mengumbar aib ku secara sukarela.
Tegakah kamu
megumbar aib saudaramu sendiri? Memang benar, itu adalah nasehat tapi bukankah
caramu membuatnya terhina? Ya, kau membuatnya merasa hina dengan aib yang kau
umbar secara tidak langsung.
Padahal Allah
memerintahkan kita untuk menjaga aib saudaranya. Sadarkah kamu? Allah juga
menutup aibmu tapi kau malah membuka aib saudaramu. Nasehatilah saudaramu
dikala sepi dengan begitu dia akan tersadar dan menerimanya.
Al-Imam Sulaiman
Al-Khawas rahimahullah berkata. “Barangsiapa menegur saudaranya disaat mereka
hanya berdua maka itulah nasihat dan barangsiapa yang menegur saudaranya di
depan banyak orang maka ia telah menjelek-jelekan saudaranya.”
-IM-
#SelfReminder

Tidak ada komentar:
Posting Komentar